Insiden kebocoran gas di fasilitas penyimpanan bahan kimia bukan sekadar gangguan operasional; itu adalah peringatan keras tentang integritas aset yang terancam. Insiden semacam itu menggarisbawahi tantangan utama yang dihadapi industri: bagaimana menilai kerusakan dengan cepat, akurat, dan tanpa memperparah kondisi tangki yang sudah rentan. Di sinilah inspeksi Non-Destructive Testing (NDT) atau pengujian tidak merusak berperan sebagai tulang punggung program manajemen risiko dan kepatuhan. Artikel ini memberikan kerangka kerja strategis yang melampaui daftar periksa kepatuhan dasar. Kami akan mengkaji studi kasus nyata, menganalisis pemilihan metode NDT berbasis material dan kegagalan, serta mengintegrasikan tuntutan standar industri dan regulasi—semua dengan satu tujuan: membentuk program integritas tangki yang proaktif untuk mencegah kegagalan katastropik. Panduan ini dirancang untuk manajer pabrik, supervisor pemeliharaan, dan insinyur keselamatan proses yang memerlukan panduan praktis untuk menerjemahkan data inspeksi menjadi keputusan bisnis yang aman dan hemat biaya.
- Dasar-dasar Inspeksi NDT untuk Keamanan Tangki Penyimpanan Kimia
- Studi Kasus Mendalam: Evaluasi Pasca Kebocoran Gas di Pabrik Cilegon
- Analisis Kegagalan Material Tangki dan Strategi Inspeksi Spesifik
- Kerangka Kerja Manajemen Risiko: Proaktif dan Pasca Insiden
- Navigasi Regulasi dan Standar Industri yang Wajib Diketahui
- Masa Depan Integritas Tangki: Penerapan NDE 4.0 dan Teknologi Canggih
Dasar-dasar Inspeksi NDT untuk Keamanan Tangki Penyimpanan Kimia
Non-Destructive Testing (NDT) merujuk pada serangkaian teknik analisis yang digunakan untuk mengevaluasi sifat material, komponen, atau sistem tanpa menyebabkan kerusakan. Dalam konteks tangki penyimpanan kimia, NDT adalah garis pertahanan pertama untuk mendeteksi cacat seperti korosi, retak, atau degradasi material yang dapat mengarah pada kebocoran atau kegagalan struktural. Berbeda dengan metode destruktif, NDT memungkinkan penilaian berkelanjutan terhadap aset yang sedang beroperasi (in-service), meminimalkan downtime dan biaya. Standar industri, seperti API Standard 653 yang menjadi acuan global untuk inspeksi dan perbaikan tangki penyimpanan di atas tanah, menetapkan NDT sebagai persyaratan inti untuk mempertahankan integritas tangki setelah masa operasionalnya dimulai. American Society for Nondestructive Testing (ASNT) adalah badan otoritatif yang menetapkan pedoman metode dan kualifikasi personel untuk memastikan keandalan inspeksi.
Metode NDT Utama untuk Deteksi Cacat Tangki Kimia
Lima metode NDT utama diterapkan secara luas untuk inspeksi tangki kimia, masing-masing dengan keunggulan spesifik:
- Ultrasonic Testing (UT): Menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Ideal untuk mengukur ketebalan dinding yang tersisa dan mendeteksi korosi internal, inklusi, atau delaminasi. Peralatan UT portabel dari produsen seperti Baker Hughes Waygate Technologies dapat mengukur ketebalan dengan akurasi tinggi untuk material mulai dari 0.5 mm hingga 20 mm, memberikan hasil instan untuk pemetaan korosi.
- Magnetic Particle Testing (MT): Hanya untuk material feromagnetik (seperti baja karbon). Metode ini mendeteksi cacat permukaan dan dekat permukaan (seperti retak) dengan mengaplikasikan partikel feromagnetik pada material yang telah dimagnetisasi. Menurut panduan ASNT dan Magnaflux, MT dapat mendeteksi diskontinuitas bahkan melalui lapisan tipis (1-2 mil) seperti cat, menjadikannya sangat efektif untuk memeriksa sambungan las dan zona terpengaruh panas pasca insiden.
- Liquid Penetrant Testing (PT): Digunakan untuk mendeteksi cacat terbuka ke permukaan pada material non-porous (baja, aluminium, keramik). Cairan penetran berwarna atau fluoresen diaplikasikan, meresap ke dalam cacat, lalu diangkat untuk diinterpretasi. Berguna untuk tangki fiberglass atau inspeksi awal sebelum MT.
- Radiographic Testing (RT): Menggunakan sinar-X atau gamma untuk mendapatkan gambar internal struktur. Sangat efektif untuk memeriksa kualitas las dan mendeteksi cacat internal, tetapi memerlukan pertimbangan keamanan radiasi yang ketat dan akses ke kedua sisi komponen.
- Eddy Current Testing (ECT): Menggunakan medan elektromagnetik untuk mendeteksi cacat permukaan dan dekat permukaan pada material konduktif, sangat sensitif terhadap retak tegangan korosi (stress corrosion cracking) pada baja.
Untuk informasi lengkap tentang kualifikasi personel NDT sesuai standar industri, Anda dapat merujuk pada dokumen ASNT NDT Methods and Personnel Qualification Standards.
Panduan Pemilihan Metode NDT Berdasarkan Material dan Jenis Cacat
Memilih metode NDT yang tepat adalah langkah kritis yang bergantung pada tiga faktor utama: material tangki, jenis cacat yang dicurigai, dan konteks inspeksi (rutin atau pasca-insiden).
- Material Tangki Baja: Sangat rentan terhadap korosi, terutama korosi terlokalisir (pitting) di lantai dan korosi dipercepat di pelat annular akibat perangkap air dan konsentrasi tegangan. UT untuk pemetaan ketebalan dan MT untuk inspeksi las adalah metode utama. Analisis dari Matergenics menyoroti kerentanan khusus zona annular ini.
- Material Tangki Fiberglass (FRP): Kegagalan biasanya dimulai dari retak mikro di lapisan resin atau filamen struktural, yang dapat berkembang karena stres siklis atau ketidakcocokan kimia. UT gelombang udara (air-coupled) dan PT adalah metode pilihan, karena MT tidak berlaku untuk material non-ferromagnetik. Studi dari Polyprocessing mengidentifikasi retak mikro sebagai penyebab kegagalan utama.
- Material Tangki Polietilen (PE): Rentan terhadap slow crack growth dan keretakan di area fitting. Inspeksi visual mendetail, uji tekanan, dan metode akustik mungkin lebih diterapkan dibandingkan metode NDT konvensional.
Alur keputusan sederhana: Untuk kecurigaan korosi atau pengurangan ketebalan pada baja, pilih UT. Untuk kecurigaan retak permukaan pada baja, pilih MT. Untuk cacat permukaan pada FRP atau logam non-ferrous, pilih PT. Evaluasi pasca-insiden seringkali memerlukan kombinasi metode.
Studi Kasus Mendalam: Evaluasi Pasca Kebocoran Gas di Pabrik Cilegon
Insiden kebocoran gas kimia di fasilitas penyimpanan seperti di pabrik Cilegon menimbulkan risiko keselamatan yang segera, potensi dampak lingkungan yang serius, dan gangguan operasi yang mahal. Evaluasi pasca-insiden bukan hanya tentang menemukan titik kebocoran, tetapi memahami penyebab yang mendasarinya dan menilai sejauh mana kerusakan pada integritas tangki. Protokol ini harus selaras dengan persyaratan regulasi seperti EPA SPCC (Spill Prevention, Control, and Countermeasure), yang menetapkan bahwa inspeksi dan evaluasi pasca-insiden harus mengikuti praktik rekayasa yang baik dan standar industri yang diterima, seperti yang ditetapkan API. Sebelum inspeksi fisik dimulai, protokol keselamatan—termasuk yang diamanatkan oleh standar seperti NFPA 59A untuk deteksi gas—harus dipatuhi untuk memastikan area telah aman dan tingkat gas yang mudah terbakar telah turun di bawah ambang batas aman.
Prosedur Inspeksi NDT yang Diterapkan: UT dan MT
Dalam menanggapi insiden kebocoran gas kimia, pendekatan inspeksi yang umum dan efektif adalah kombinasi antara Ultrasonic Testing (UT) dan Magnetic Particle Testing (MT).
- Ultrasonic Testing (UT): Dilakukan untuk melakukan pemetaan korosi secara sistematis pada dinding dan lantai tangki, terutama di area yang dicurigai mengalami penipisan akibat reaksi kimia atau erosi. Pengukuran ketebalan sisa (remaining thickness) sangat kritis untuk menilai kekuatan struktur yang tersisa. Teknologi UT canggih, termasuk yang menggunakan prinsip gelombang terpandu (guided wave), memungkinkan inspeksi area yang sulit diakses seperti pelat annular tanpa penggalian tanah yang ekstensif, sebuah kemajuan yang didokumentasikan dalam penelitian oleh Sensor Networks Inc.
- Magnetic Particle Testing (MT): Diterapkan secara khusus pada semua sambungan las (las longitudinal, sirkumferensial, dan nozzle), daerah dasar (toe) las, serta zona terpengaruh panas (heat-affected zone/HAZ). Insiden kebocoran seringkali disebabkan atau menyebabkan retak tegangan di area ini. Keberhasilan MT sangat bergantung pada teknik magnetisasi yang tepat (arus bolak-balik/AC untuk deteksi cacat permukaan, arus searah/DC untuk cacat di bawah permukaan) dan arah medan magnet yang sesuai (melingkar atau longitudinal) sesuai dengan panduan ASNT.
Interpretasi Hasil dan Rekomendasi Tindak Lanjut
Data dari UT dan MT kemudian diinterpretasikan terhadap kriteria penerimaan yang ditetapkan dalam standar seperti API 653. Misalnya, API 653 memberikan panduan tentang kedalaman dan luas korosi yang diizinkan sebelum perbaikan atau penggantian pelat diperlukan. Sebuah retak yang terdeteksi oleh MT akan dinilai berdasarkan panjang, kedalaman, orientasi, dan lokasinya. Hasil ini mengarah pada penilaian fitness-for-service: apakah tangki masih layak beroperasi pada kondisi saat ini, memerlukan perbaikan lokal, atau harus dikosongkan untuk rekonstruksi mayor. Keputusan ini adalah inti dari manajemen risiko aset, yang menyeimbangkan pertimbangan keselamatan, lingkungan, dan keekonomian.
Analisis Kegagalan Material Tangki dan Strategi Inspeksi Spesifik
Pemahaman mendalam tentang mode kegagalan material yang berbeda adalah kunci untuk merancang program inspeksi yang efektif dan efisien. Pendekatan satu-untuk-semua tidak berlaku dalam manajemen integritas tangki kimia.
Tangki Baja: Fokus pada Korosi, Retak Fatigue, dan Zona Annular
Tangki baja, meski kuat, sangat rentan terhadap korosi dari dalam (akibat bahan kimia yang disimpan) dan dari luar (lingkungan). Korosi lubang (pitting corrosion) dan korosi merata (general corrosion) adalah ancaman utama bagi ketebalan dinding. Area yang paling kritis adalah pelat annular—cincin baja paling luar di dasar tangki—yang, seperti dianalisis oleh Matergenics, rentan terhadap korosi dipercepat karena perangkap air, sedimen, dan kondisi oksigen yang berbeda (differential aeration cell). Selain itu, siklus pengisian dan pengosongan dapat menyebabkan retak lelah (fatigue cracks) di area konsentrasi tegangan dekat sambungan. Strategi inspeksi harus memprioritaskan:
- Pemetaan Ketebalan UT yang komprehensif pada lantai dan dinding bagian bawah.
- MT rutin pada semua sambungan las, terutama setelah kejadian yang memberi tekanan berlebih pada tangki.
Teknologi mutakhir seperti Guided Wave Ultrasonic Testing for Tank Condition Monitoring memungkinkan skrining cepat pada area annular yang sulit diakses, bahkan mampu mendeteksi korosi terlokalisir yang mempengaruhi kurang dari 1% keliling tangki.
Tangki Fiberglass dan Polietilen: Mendeteksi Retak Mikro dan Damage Liner
Tangki non-logam seperti Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) dan Polyethylene (PE) tidak mengalami korosi elektrokimia seperti baja, tetapi memiliki kelemahan unik.
- Tangki Fiberglass (FRP): Kegagalan sering diawali dari pembentukan retak mikro di dalam matriks resin, yang dapat melemahkan lapisan struktural filamen. Retakan ini mungkin tidak terlihat secara visual. Metode NDT seperti Liquid Penetrant Testing (PT) efektif untuk cacat terbuka permukaan, sementara Ultrasonic Testing jenis tertentu (seperti air-coupled UT) dapat digunakan untuk inspeksi lapisan. Metode Magnetic Particle (MT) jelas tidak berlaku karena materialnya non-ferrous.
- Tangki Polietilen (PE): Material ini rentan terhadap Slow Crack Growth (SCG) dan Environmental Stress Cracking (ESC), terutama di area fitting dan sambungan yang mengalami stres. Inspeksi visual yang sangat cermat untuk tanda-tanda crazing atau retak, dikombinasikan dengan uji tekanan dan pemeriksaan sejarah kompatibilitas kimia, adalah kunci utama. Polyprocessing mencatat bahwa instalasi fitting yang tidak tepat adalah titik awal umum untuk propagasi retak.
Kerangka Kerja Manajemen Risiko: Proaktif dan Pasca Insiden
Manajemen integritas tangki yang efektif memadukan pertahanan proaktif dengan respons reaktif yang terencana. Kerangka kerja ini harus mencakup inspeksi rutin berbasis risiko, sistem deteksi kebocoran otomatis, dan protokol evaluasi pasca-insiden yang jelas, semuanya selaras dengan persyaratan regulasi.
Protokol Komprehensif Evaluasi Pasca Kebocoran (Step-by-Step)
Setelah insiden kebocoran dan area dinyatakan aman, langkah-langkah sistematis berikut harus diambil:
- Pengamanan dan Dokumentasi Awal: Amankan area, dokumentasikan lokasi dan perkiraan volume kebocoran, serta kondisi sekitar.
- Identifikasi Penyebab Awal: Lakukan penyelidikan awal untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab (kesalahan operasi, kegagalan perangkat, cacat material).
- Seleksi dan Penerapan Metode NDT: Berdasarkan material tangki dan penyebab yang dicurigai, pilih dan terapkan kombinasi metode NDT. Untuk tangki baja pasca-kebocoran gas, kombinasi UT (untuk korosi/penipisan) dan MT (untuk retak) hampir selalu diwajibkan. Panduan EPA SPCC menekankan bahwa frekuensi dan metodologi inspeksi didasarkan pada praktik rekayasa yang baik, yang termasuk standar industri seperti API.
- Analisis dan Interpretasi Hasil: Analisis data NDT dengan mengacu pada kriteria penerimaan standar (API 653, ASME) untuk menilai tingkat kerusakan.
- Penilaian Fitness-for-Service dan Keputusan: Tentukan apakah tangki dapat kembali beroperasi, memerlukan perbaikan, atau harus diganti.
- Dokumentasi dan Pelaporan: Buat laporan lengkap untuk kepatuhan regulasi (EPA SPCC, OSHA), sejarah aset, dan pembelajaran untuk pencegahan di masa depan. EPA SPCC Bulk Storage Container Inspection Requirements memberikan kerangka acuan yang berguna.
Matriks Keputusan: Memperbaiki atau Mengganti Tangki Berdasarkan Temuan NDT
Membuat keputusan “perbaiki atau ganti” memerlukan analisis yang objektif. Matriks berikut dapat membantu memetakan temuan NDT ke tindakan yang disarankan:
| Temuan NDT | Kriteria (Contoh berdasarkan API 653) | Rekomendasi Tindakan |
|---|---|---|
| Korosi Merata | Ketebalan sisa < Ketebalan desain minimum yang diizinkan | Penggantian Pelat – Bagian yang terpengaruh harus diganti. |
| Korosi Lokal (Pitting) | Kedalaman pit > 50% ketebalan asli dalam area kecil yang terisolasi | Perbaikan Lokal – Dapat dilakukan dengan pengelasan pad weld atau patch plate jika memenuhi kriteria. |
| Retak Permukaan (MT Indication) | Retak yang terdeteksi di las utama (primary weld) atau area tegangan tinggi. | Perbaikan Las – Retak harus di-grind dan di-weld ulang, diikuti inspeksi ulang. |
| Banyak Retak atau Retak Panjang | Multiple retak di area yang sama atau retak yang panjangnya melebihi batas yang ditentukan. | Penggantian Seksi – Mungkin perlu memotong dan mengganti bagian pelat dan las yang terpengaruh. |
| Degradasi Material (FRP/PE) | Retak struktural yang meluas atau degradasi liner yang parah. | Penggantian Tangki – Seringkali lebih aman dan ekonomis dalam jangka panjang, sesuai analisis biaya siklus hidup dari Polyprocessing. |
Keputusan akhir harus melibatkan insinyur bersertifikat dan mempertimbangkan biaya siklus hidup, risiko keselamatan, dan kepatuhan regulasi.
Navigasi Regulasi dan Standar Industri yang Wajib Diketahui
Lanskap regulasi untuk tangki penyimpanan kimia melibatkan interaksi antara standar industri sukarela yang dikembangkan oleh para ahli dan peraturan pemerintah yang wajib. Memahami hierarki dan hubungan ini penting untuk kepatuhan yang efektif.
API 653 & ASNT: Pilar Standar Inspeksi dan Kualifikasi Personel
Dua pilar utama ini mendukung program inspeksi yang kredibel:
- API Standard 653: Ini adalah standar minimum global untuk inspeksi, perbaikan, alterasi, dan rekonstruksi tangki penyimpanan baja di atas tanah . Standar ini menentukan frekuensi inspeksi (misalnya, inspeksi internal berkala), metode NDT yang diterima, dan kriteria penerimaan untuk cacat seperti korosi dan retak. Kepatuhan terhadap API 653 seringkali diterima oleh regulator sebagai bukti pemenuhan “praktik rekayasa yang baik”.
- Sertifikasi ASNT: Kualitas inspeksi NDT sangat bergantung pada kompetensi personel. Skema sertifikasi ASNT (Level I, II, III) memastikan bahwa teknisi memiliki pelatihan, pengalaman, dan pengetahuan yang diperlukan. Personel Level II biasanya yang melakukan pengujian, sementara Level III bertanggung jawab atas prosedur dan interpretasi hasil yang kompleks. Menggunakan penyedia jasa atau teknisi bersertifikat ASNT adalah sinyal keandalan yang kuat. Detail lebih lanjut tentang standar ini dapat ditemukan dalam ASNT NDT Methods and Personnel Qualification Standards.
Regulator seperti EPA, dalam aturan SPCC-nya, secara eksplisit menyatakan bahwa mereka mengandalkan “praktik rekayasa yang baik dan standar industri” seperti yang ditetapkan API, sehingga menciptakan hubungan simbiosis antara kepatuhan regulasi dan penerapan standar industri. Sementara itu, standar seperti NFPA 59A Gas Leak Detection and Tank Failure Rate Standards mengatur aspek keselamatan spesifik seperti deteksi gas, yang harus terintegrasi dengan program inspeksi fisik.
Masa Depan Integritas Tangki: Penerapan NDE 4.0 dan Teknologi Canggih
Industri ini bergerak melampaui NDT tradisional menuju Non-Destructive Evaluation (NDE) 4.0—sebuah evolusi yang menggabungkan digitalisasi, konektivitas, dan analitik data cerdas. Konsep ini meliputi penggunaan sensor permanen, robotika (seperti drone untuk inspeksi visual atau UT), dan platform data terpusat. Teknologi seperti Guided Wave Ultrasonic Testing (GWUT) memungkinkan skrining cepat dari jarak jauh pada pipa atau area tangki yang sulit dijangkau, mendeteksi anomali sebelum berkembang menjadi kegagalan. Integrasi data inspeksi ke dalam sistem manajemen aset memungkinkan pemeliharaan prediktif, menggeser paradigma dari jadwal tetap menjadi intervensi berbasis kondisi, yang pada akhirnya mengurangi downtime tak terencana dan mengoptimalkan biaya.
Panduan Implementasi: Mengintegrasikan Teknologi Baru ke dalam Program Inspeksi yang Ada
Mengadopsi teknologi NDE 4.0 tidak harus revolusioner. Pendekatan bertahap berikut dapat meminimalkan risiko dan memaksimalkan ROI:
- Identifikasi Titik Nyeri: Mulailah dengan area dengan risiko kegagalan tertinggi atau biaya inspeksi terbesar (misalnya, tangki dengan sejarah korosi annular).
- Pilot Project: Pilih satu atau dua tangki untuk menerapkan teknologi baru (misalnya, pemindaian GWUT tahunan) di samping inspeksi rutin tradisional. Bandingkan hasil dan nilai tambahnya.
- Integrasi Data: Pastikan output teknologi baru dapat diekspor atau diintegrasikan ke dalam sistem manajemen data atau CMMS (Computerized Maintenance Management System) yang ada.
- Pelatihan Personel: Kembangkan kompetensi internal atau bermitra dengan penyedia layanan yang memiliki keahlian dalam teknologi baru.
- Skala dan Standardisasi: Berdasarkan keberhasilan pilot, kembangkan prosedur standar dan skalakan ke aset lainnya. Berkonsultasi dengan spesialis peralatan dari perusahaan seperti Baker Hughes Waygate Technologies atau Nexxis dapat memberikan wawasan berharga untuk spesifikasi dan kemampuan peralatan.
Kesimpulan
Integritas tangki penyimpanan kimia adalah pilar keselamatan operasional dan perlindungan lingkungan yang tidak bisa ditawar. Pendekatan inspeksi NDT yang strategis—yang memadukan pemilihan metode berbasis material, evaluasi pasca-insiden yang komprehensif, dan kepatuhan terhadap standar otoritatif seperti API 653 dan ASNT—sangat penting untuk mencegah insiden berulang dan kegagalan katastropik. Kerangka kerja manajemen risiko yang menggabungkan deteksi kebocoran proaktif (mengikuti NFPA 59A) dengan protokol respons terencana memungkinkan organisasi untuk beralih dari kepatuhan reaktif menuju keandalan proaktif. Adopsi teknologi NDE 4.0 yang bertahap semakin memperkuat kemampuan ini, mengubah data inspeksi menjadi wawasan prediktif yang melindungi aset, manusia, dan planet.
Lakukan audit terhadap program inspeksi tangki kimia Anda hari ini. Evaluasi apakah metode NDT yang digunakan sudah sesuai dengan material dan risiko spesifik, dan pertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen NDE 4.0 untuk meningkatkan cakupan dan efisiensi.
Sebagai mitra bisnis Anda dalam menjamin keandalan operasional, CV. Java Multi Mandiri menyediakan instrumen pengukuran dan pengujian yang andal untuk mendukung program inspeksi NDT di fasilitas industri. Kami memahami kebutuhan teknis yang kompleks dari sektor kimia dan petrokimia. Untuk mendiskusikan solusi peralatan inspeksi seperti ultrasonic thickness gauge atau flaw detector yang sesuai dengan standar industri dan kebutuhan spesifik perusahaan Anda, silakan hubungi tim ahli kami melalui halaman konsultasi solusi bisnis.
Disclaimer: Informasi ini untuk tujuan edukasi dan referensi teknis. Untuk inspeksi aktual dan keputusan keselamatan, konsultasikan dengan insinyur bersertifikat (API 653, ASNT Level II/III) dan patuhi seluruh peraturan lokal yang berlaku. Penulis tidak bertanggung jawab atas tindakan yang diambil berdasarkan konten ini.
Rekomendasi Ultrasonic Thickness Gauge / Meter
-

Alat Pengukur Ketebalan NOVOTEST UT-3K-EMA
Rp144.493.000,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Pengukur Ketebalan Lapisan NOVOTEST TPN-1
Rp18.187.500,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Alat Ukur Ketebalan Lapisan NOVOTEST TP-1M
Rp21.937.500,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Alat Pengukur Ketebalan Ultrasonik NOVOTEST UT1M-ST
Rp22.312.500,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Alat Ukur Ketebalan NOVOTEST UT-3M-EMA
Rp100.950.000,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Alat Pengukur Ketebalan NOVOTEST UT-3A-EMA
Rp176.812.500,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating
Referensi
- American Petroleum Institute (API). (N.D.). API Standard 653 – Tank Inspection, Repair, Alteration, and Reconstruction (Fifth Edition). Retrieved from https://www.api.org/~/media/files/publications/whats%20new/653_e5%20pa.pdf
- RC Systems. (N.D.). The Art of Gas Detection – Technical Application Note AN-1045. Retrieved from https://www.rcsystemsco.com/images/categories/Documents/AN-1045%20Tank%20Farms%20B.pdf
- United States Environmental Protection Agency (EPA). (N.D.). SPCC Rule schedules for inspections, tests, and evaluations. Retrieved from https://www.epa.gov/oil-spills-prevention-and-preparedness-regulations/spcc-rule-schedules-inspections-tests-and
- American Society for Nondestructive Testing (ASNT). (N.D.). What is Nondestructive Testing? Methods. Retrieved from https://www.asnt.org/what-is-nondestructive-testing/methods/
- Sensor Networks Inc. (2015). NDT and Corrosion for Oil & Gas. Retrieved from https://sensornetworksinc.com/wp-content/uploads/2015/01/NDT-and-Corrosion-for-OG.pdf
- Matergenics. (2024). Corrosion Risk Assessment, Failure Analysis and Corrosion Mitigation for Aboveground Storage Tanks. Retrieved from https://matergenics.com/wp-content/uploads/2024/01/Corrosion-Risk-Assessment-Failure-Analysis-and-Corrosion-Mitigation-fo-Aboveground-storage-Tanks-C2019-12826.pdf
- Polyprocessing. (N.D.). Exploring Risks and Costs Associated with Chemical Storage Tank Failures. Retrieved from https://blog.polyprocessing.com/blog/exploring-risks-and-costs-associated-with-chemical-storage-tank-failures
- National Fire Protection Association (NFPA). (2022). NFPA 59A: Standard for the Production, Storage, and Handling of Liquefied Natural Gas (LNG). Retrieved from https://docinfofiles.nfpa.org/files/AboutTheCodes/59A/59A_F2022_LNG_AAA_SD_SRReport.pdf
- Purdue University P2SAC. (N.D.). Investigation into Condition-Based Monitoring Techniques. Retrieved from https://engineering.purdue.edu/P2SAC/presentations/documents/Investigation_into_Condition-Based_Monitoring_Techniques.pdf
- University of California, Santa Barbara. (2017). SPCC Plan with NDT Requirements. Retrieved from https://www.ehs.ucsb.edu/sites/default/files/docs/ec/2017%20SPCC.pdf



