Keandalan komponen pompa (poros, impeller, casing, dan mechanical seal) sangat bergantung pada kualitas material yang digunakan. Uji kekerasan (hardness testing) adalah metode utama untuk memverifikasi sifat mekanik material dan memastikan komponen mampu bertahan dalam tekanan operasional. Namun di lapangan, faktor lingkungan seperti suhu ekstrem, getaran mesin, dan kontaminasi permukaan sering kali mengompromikan akurasi hasil pengukuran. Ketidakakuratan ini dapat berujung pada keputusan pemeliharaan yang salah, peningkatan risiko kegagalan, dan kerugian operasional yang signifikan.
Artikel ini menyajikan panduan komprehensif bagi teknisi lapangan, inspektur QC, dan manajer pemeliharaan di industri migas, petrokimia, dan pembangkit listrik untuk mengidentifikasi, mengukur, dan memitigasi pengaruh faktor lingkungan terhadap akurasi uji kekerasan komponen pompa. Kami akan membahas metode uji portable yang relevan, menganalisis tiga faktor lingkungan utama secara mendalam, menyajikan studi kasus nyata, dan memberikan rekomendasi alat seperti Novotest T-UD3 serta praktik terbaik yang dapat langsung diterapkan.
- Metode Uji Kekerasan Portable yang Umum Digunakan di Lapangan: Leeb dan UCI
- Faktor Lingkungan #1: Pengaruh Suhu Ekstrem terhadap Hasil Uji Kekerasan
- Faktor Lingkungan #2: Dampak Getaran Mesin pada Stabilitas Pengukuran
- Faktor Lingkungan #3: Kontaminasi Permukaan dan Persiapan Specimen
- Kalibrasi dan Verifikasi Alat: Kunci Konsistensi Hasil
- Studi Kasus: Uji Kekerasan pada Poros Pompa Sirkulasi Air (CWP)
- Rekomendasi Alat: Novotest T-UD3 sebagai Solusi Portable untuk Lingkungan Keras
- Praktik Terbaik untuk Teknisi Lapangan: Checklist Mitigasi Faktor Lingkungan
- Kesimpulan
- References
Metode Uji Kekerasan Portable yang Umum Digunakan di Lapangan: Leeb dan UCI
Saat melakukan uji kekerasan di lapangan, dua metode portable yang paling dominan adalah metode Leeb (dynamic rebound) dan metode UCI (Ultrasonic Contact Impedance). Keduanya memiliki prinsip kerja, kelebihan, dan keterbatasan yang berbeda sehingga pemilihan metode yang tepat sangat memengaruhi akurasi hasil, terutama pada komponen pompa dengan geometri dan kondisi permukaan yang bervariasi.
Prinsip Kerja Metode Leeb (Dynamic Rebound)
Metode Leeb bekerja dengan cara menembakkan impact body (bola karbida tungsten) ke permukaan material dan mengukur kecepatan pantulnya. Nilai kekerasan dinyatakan sebagai rasio kecepatan pantul terhadap kecepatan tumbukan (nilai L). Standar acuan internasional untuk metode ini adalah ASTM A956, yang diadopsi identik menjadi SNI 8461:2017 di Indonesia [1]. SNI tersebut secara eksplisit menyebutkan bahwa getaran dan temperatur benda uji dapat mempengaruhi hasil uji Leeb [1]. Metode ini sangat sensitif terhadap getaran eksternal karena impact body memerlukan lintasan yang stabil. Selain itu, koefisien restitusi material berubah seiring suhu, sehingga pengukuran pada komponen panas dapat menghasilkan nilai yang lebih rendah secara signifikan [2]. Leeb paling cocok untuk komponen pompa berukuran besar dan berat seperti casing pompa sentrifugal, tetapi memerlukan ketebalan dinding minimal 25 mm sesuai standar DIN 50156 agar energi impact tidak terdisipasi ke struktur pendukung [3].
Prinsip Kerja Metode UCI (Ultrasonic Contact Impedance)
Metode UCI menggunakan probe ultrasonik yang beresonansi pada frekuensi tertentu. Ketika indentor Vickers (piramida berlian) ditekan ke permukaan material, perubahan frekuensi resonansi akibat kontak diukur dan dikonversi menjadi nilai kekerasan. Standar yang berlaku adalah ASTM A1038 [3]. Keunggulan utama UCI adalah ketahanannya terhadap getaran karena prinsip pengukuran frekuensi yang tidak terganggu oleh gerakan mekanis eksternal. Metode ini juga mampu mengukur pada benda berdinding tipis (≥5 mm menurut DIN 50159) [3], menjadikannya ideal untuk komponen pompa seperti impeller, mechanical seal, dan housing berdinding tipis yang tidak dapat diuji menggunakan Leeb. UCI juga lebih toleran terhadap lapisan permukaan tipis dan suhu tinggi, meskipun tetap dalam batas spesifikasi alat [2].
Novotest T-UD3 adalah salah satu portable hardness tester yang menggabungkan kedua metode ini dalam satu perangkat, memberikan fleksibilitas maksimal bagi teknisi lapangan untuk memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi komponen dan lingkungan.
Faktor Lingkungan #1: Pengaruh Suhu Ekstrem terhadap Hasil Uji Kekerasan
Suhu permukaan komponen pompa di lapangan dapat mencapai 60–200°C, terutama pada pompa yang menangani fluida panas, pompa sirkulasi air pendingin, atau komponen yang baru beroperasi. Suhu ekstrem ini secara langsung mempengaruhi hasil uji kekerasan, baik pada metode Leeb maupun UCI.
Mekanisme Fisik Penurunan Kekerasan Akibat Suhu
Pada metode Leeb, peningkatan suhu menyebabkan ekspansi termal material yang mengubah modulus elastisitas dan koefisien restitusi. Hasilnya, kecepatan rebound impact body menurun sehingga nilai kekerasan yang terbaca lebih rendah dari nilai sebenarnya. Sebuah studi kasus oleh Screening Eagle Technologies (Proceq) yang mengevaluasi pengaruh temperatur hingga 200°C pada blok uji baja karbon menunjukkan bahwa terdapat hubungan linear antara penurunan nilai Leeb (HLD) dengan kenaikan suhu, dan penurunan ini bergantung pada jenis material [2]. Studi ini menegaskan bahwa tidak ada faktor koreksi universal yang dapat diterapkan, sehingga pengukuran pada komponen panas harus dihindari atau dilakukan kompensasi dengan metode yang tepat.
Pada metode UCI, pengaruh suhu lebih kecil karena prinsip pengukuran frekuensi resonansi lebih stabil terhadap perubahan suhu, namun tetap ada batas operasi yang perlu diperhatikan. Equotip Application Booklet menyebutkan bahwa rentang suhu operasi alat portable hardness tester umumnya -10°C hingga +50°C, dan di luar rentang tersebut akurasi tidak dapat dijamin [3]. SNI 8461:2017 sendiri mensyaratkan temperatur benda uji antara 4°C hingga 38°C untuk metode Leeb [1].
Strategi Mitigasi untuk Pengukuran pada Komponen Panas
Untuk memperoleh hasil yang akurat pada komponen pompa bersuhu tinggi, teknisi dapat menerapkan beberapa strategi:
- Pendinginan permukaan: Dinginkan area pengukuran menggunakan air atau udara bertekanan hingga mencapai suhu dalam rentang spesifikasi alat. Pastikan tidak ada perubahan metalurgi akibat pendinginan mendadak.
- Gunakan metode UCI: Jika pendinginan tidak memungkinkan, metode UCI memberikan hasil yang lebih andal pada suhu tinggi karena ketahanannya yang lebih baik.
- Pilih waktu pengukuran yang tepat: Lakukan pengukuran saat komponen telah mendingin, misalnya setelah shutdown atau saat pergantian shift.
- Dokumentasi suhu: Catat suhu permukaan dan lingkungan setiap kali melakukan pengukuran sebagai parameter untuk analisis lebih lanjut.
Alat seperti Novotest T-UD3 memiliki rentang suhu operasi -10°C hingga +50°C dan fitur kompensasi suhu otomatis yang membantu meminimalkan error [4].
Faktor Lingkungan #2: Dampak Getaran Mesin pada Stabilitas Pengukuran
Lingkungan industri berat seperti pabrik pengolahan, pembangkit listrik, dan area produksi dipenuhi oleh getaran mekanis dari mesin operasional, conveyor, pompa lain, dan peralatan berat. Getaran ini dapat mengganggu uji kekerasan secara signifikan, terutama pada metode yang mengandalkan kontak stabil antara indentor dan specimen.
Bagaimana Getaran Mempengaruhi Setiap Metode Uji
- Metode Leeb: Sangat sensitif terhadap getaran karena impact body harus bergerak bebas tanpa gangguan. Getaran dapat mengubah lintasan impact body, mengurangi kecepatan rebound, dan menghasilkan nilai kekerasan yang tidak akurat. SNI 8461:2017 Pasal 7.6 dengan tegas menyatakan: “Getaran dari benda uji dapat mempengaruhi hasil uji kekerasan leeb. Disarankan pengujian ini dilakukan pada saat benda uji dalam keadaan diam” [1].
- Metode UCI: Memiliki ketahanan lebih baik karena prinsip ultrasonik tidak terpengaruh oleh getaran mekanis pada frekuensi rendah hingga menengah. Namun, getaran amplitudo tinggi tetap dapat mengganggu kontak probe.
- Metode Vickers mikrohardness: Paling rentan karena ukuran indentasi hanya ~10 mikron dan memerlukan pembesaran tinggi untuk pengukuran. Getaran sekecil apapun dapat menyebabkan indentasi tidak simetris dan kesalahan pembacaan.
Equotip Application Booklet Section 2.5 juga menegaskan: “Vibrations or movements of the specimen and/or the probe during the hardness test can affect the result and should be prevented” [3].
Solusi Praktis untuk Meminimalkan Gangguan Getaran
- Matikan sumber getaran: Idealnya, hentikan mesin di sekitar area pengukuran. Jika tidak memungkinkan, lakukan pengukuran saat mesin dalam keadaan idle atau shutdown sementara.
- Isolasi specimen: Gunakan alat penjepit atau fiksasi yang kokoh untuk menstabilkan komponen pompa. Alas anti-getaran (vibration damping pad) dapat mengurangi transmisi getaran dari lantai.
- Gunakan metode UCI: Di lingkungan dengan getaran tinggi, pilih probe UCI yang lebih tahan getaran. Novotest T-UD3 dengan mode UCI sangat direkomendasikan untuk kondisi ini.
- Pilih lokasi pengukuran: Hindari area yang dekat dengan sumber getaran langsung, seperti bearing housing atau dinding yang beresonansi.
Faktor Lingkungan #3: Kontaminasi Permukaan dan Persiapan Specimen
Kualitas permukaan specimen adalah salah satu faktor paling kritis namun sering diabaikan. Kontaminasi seperti oli, grease, karat, cat, atau lapisan coating, serta kekasaran permukaan yang tidak sesuai, dapat menyebabkan variasi hasil yang sangat besar dan menyesatkan.
Langkah-langkah Persiapan Permukaan yang Benar
Persiapan permukaan yang benar mengikuti prosedur bertahap:
- Grinding kasar: Gunakan amplas grade 180–400 untuk menghilangkan kontaminasi, karat, dan lapisan permukaan yang tidak mewakili material dasar.
- Polishing halus: Lanjutkan dengan amplas grade 600–1500 untuk mencapai kekasaran permukaan yang dipersyaratkan. Untuk metode Leeb dengan impact device D, SNI 8461:2017 Pasal 7.4 menetapkan Ra maksimum 2 μm (setara grit P200) [1]. Untuk device C yang lebih kecil, Ra maksimum 0.4 μm (grit P500). Untuk microhardness Vickers, persiapan yang lebih halus hingga grade 1500 dan pemolesan optis diperlukan [5].
- Pembersihan: Gunakan pelarut seperti aseton atau alkohol untuk menghilangkan sisa grease, debu, dan partikel abrasif.
- Verifikasi visual: Periksa permukaan dengan kaca pembesar atau mikroskop portabel untuk memastikan tidak ada goresan dalam, lubang, atau kontaminasi yang tersisa.
Dampak Kontaminasi terhadap Akurasi dan Cara Mengatasinya
Oli dan grease pada permukaan membentuk lapisan yang mengurangi kontak langsung antara indentor dan material, sehingga nilai kekerasan yang terbaca lebih rendah. Karat dan scale oksida memiliki kekerasan yang berbeda dari material dasar dan dapat menghasilkan pembacaan yang tidak representatif. Lapisan coating (misalnya cat atau pelapis anti-korosi) harus dihilangkan sepenuhnya di area pengukuran, karena material coating biasanya lebih lunak atau lebih keras dari substrat.
Equotip Application Booklet menekankan: “One of the biggest mistakes is trying to test a surface without smoothing it out… Surface roughness has a significant effect on the repeatability of the measurement” [3]. Metode UCI memiliki toleransi yang sedikit lebih baik terhadap lapisan tipis (misalnya hingga 5 μm) karena indentasi Vickers menembus lapisan, tetapi tetap tidak disarankan.
Untuk komponen pompa, bagian poros yang diuji harus diamplas hingga permukaan logam mengkilap, sementara impeller yang mungkin memiliki geometri rumit memerlukan grinding lokal yang cermat.
Kalibrasi dan Verifikasi Alat: Kunci Konsistensi Hasil
Kalibrasi dan verifikasi rutin adalah fondasi keandalan setiap pengukuran hardness tester. Tanpa kalibrasi yang tepat, teknisi tidak dapat membedakan apakah variasi hasil disebabkan oleh faktor lingkungan, operator, atau kerusakan alat.
Prosedur Verifikasi Harian di Lapangan
Setiap hari sebelum melakukan pengukuran, lakukan verifikasi cepat menggunakan certified reference block (test block bersertifikat) yang sesuai dengan skala kekerasan yang akan diukur. Prosedur sederhana menurut Equotip Application Booklet Section 2.4:
- Bersihkan test block dan probe.
- Lakukan minimal 5 pengukuran pada test block pada titik yang berbeda.
- Hitung nilai rata-rata dan range (selisih nilai tertinggi dan terendah).
- Bandingkan rata-rata dengan nilai referensi yang tertera pada sertifikat block.
- Toleransi yang diizinkan: deviasi rata-rata ≤ 15 HL dan range ≤ 15 HL (untuk metode Leeb) [3]. Jika melebihi, lakukan tindakan korektif – periksa kebersihan probe, kondisi indentor, atau lakukan kalibrasi ulang.
SNI 8461:2017 Bagian C memberikan persyaratan detail untuk kalibrasi blok standar, termasuk bahwa blok harus disimpan pada suhu 20±2°C dan tidak boleh digunakan jika terdapat kerusakan permukaan [1].
Jadwal Kalibrasi dan Perawatan Alat
Kalibrasi menyeluruh oleh laboratorium terakreditasi (misalnya KAN (Komite Akreditasi Nasional), atau laboratorium dengan ISO/IEC 17025) direkomendasikan setiap 6–12 bulan, tergantung frekuensi penggunaan dan kondisi lingkungan. Perawatan berkala meliputi:
- Pembersihan probe dan indentor setelah setiap penggunaan.
- Pemeriksaan keausan indentor menggunakan mikroskop, indentor yang aus akan menghasilkan indentasi yang tidak presisi.
- Penggantian indentor sesuai rekomendasi pabrikan.
- Penyimpanan test block dalam kotak kering pada suhu ruang, hindari benturan dan goresan.
Studi Kasus: Uji Kekerasan pada Poros Pompa Sirkulasi Air (CWP)
Sebuah studi failure analysis yang dipublikasikan dalam prosiding BKSTM (Badan Kerjasama Teknik Mesin) Indonesia tahun 2017 menganalisis kegagalan poros pompa sirkulasi air (circulating water pump – CWP) di pembangkit listrik [5]. Poros tersebut terbuat dari baja karbon dan mengalami patah setelah periode operasi. Menggunakan metode microhardness Vickers (ASTM E384) dengan gaya 0,3 kgf dan waktu tahan 12 detik, para peneliti menemukan fluktuasi nilai kekerasan yang signifikan pada penampang poros yang patah.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekerasan material tidak homogen – terdapat area dengan kekerasan lebih tinggi yang berkorelasi dengan kandungan fasa perlit yang tinggi, serta area dengan kekerasan lebih rendah akibat lingkungan korosif air laut. Fluktuasi kekerasan ini menjadi indikator awal kegagalan fatigue, karena material yang tidak homogen memiliki titik lemah yang menjadi konsentrator tegangan.
Studi ini menekankan pentingnya:
- Melakukan uji kekerasan di beberapa titik pada komponen untuk mendeteksi ketidakseragaman material.
- Mempertimbangkan faktor lingkungan (korosi, suhu) saat menginterpretasi hasil.
- Menggunakan metode microhardness untuk analisis detail pada zona kritis.
Bagi teknisi lapangan, studi ini menjadi pengingat bahwa satu titik pengukuran tidak cukup – setidaknya lima titik pada area yang berbeda diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang representatif.
Rekomendasi Alat: Novotest T-UD3 sebagai Solusi Portable untuk Lingkungan Keras
Setelah memahami berbagai tantangan lingkungan yang mempengaruhi akurasi uji kekerasan, pemilihan alat yang tepat menjadi langkah krusial. Novotest T-UD3 adalah portable hardness tester premium yang dirancang khusus untuk mengatasi tantangan lingkungan lapangan. Alat ini menggabungkan dua metode pengukuran UCI (ASTM A1038) dan Leeb (ASTM A956) dalam satu unit, memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki alat single-method.
Keunggulan Metode Ganda (UCI + Leeb) untuk Komponen Pompa
- UCI: Ideal untuk komponen pompa berdinding tipis seperti impeller, housing berdinding tipis, dan mechanical seal. Dapat mengukur pada dinding ≥5 mm sesuai DIN 50159. Lebih tahan terhadap getaran dan suhu tinggi.
- Leeb: Cocok untuk pengukuran cepat pada komponen besar dan berat seperti casing pompa, dengan ketebalan minimal 25 mm.
Dengan satu alat, teknisi tidak perlu membawa dua hardness tester berbeda, sehingga menghemat waktu, biaya, dan risiko kesalahan.
Fitur Dokumentasi Terintegrasi untuk Audit dan QC
Novotest T-UD3 dilengkapi kamera internal yang memungkinkan teknisi mengambil gambar posisi pengukuran dan mengikat data kekerasan secara digital ke titik spesifik pada komponen. Fitur ini sangat berharga untuk:
- Traceability penuh untuk laporan quality control dan audit.
- Dokumentasi visual untuk analisis kegagalan di masa mendatang.
- Integrasi dengan sistem manajemen mutu digital (MES/ERP).
Spesifikasi lainnya: berat 2,3 kg, rentang suhu operasi -10°C hingga +50°C, layar LCD besar, dan baterai isi ulang yang mendukung penggunaan di lapangan selama satu shift penuh [4].
Praktik Terbaik untuk Teknisi Lapangan: Checklist Mitigasi Faktor Lingkungan
Berikut adalah checklist ringkas yang dapat digunakan teknisi sebelum, selama, dan setelah pengukuran untuk memastikan akurasi hasil.
Sebelum Pengukuran: Persiapan Lingkungan dan Alat
- [ ] Periksa suhu permukaan komponen – idealnya antara 4–38°C untuk metode Leeb, atau dalam rentang spesifikasi alat untuk UCI.
- [ ] Pastikan getaran minimal – matikan mesin di sekitar area atau gunakan isolasi getaran.
- [ ] Bersihkan permukaan hingga memenuhi persyaratan kekasaran (Ra ≤ 2 μm untuk Leeb D, Ra ≤ 0.4 μm untuk device C).
- [ ] Lakukan verifikasi harian dengan certified test block – catat deviasi dan range.
- [ ] Pastikan probe dan indentor bersih, tidak aus, dan terpasang dengan benar.
Saat Pengukuran: Teknik dan Dokumentasi
- [ ] Gunakan probe yang sesuai dengan metode yang dipilih.
- [ ] Tempatkan probe tegak lurus terhadap permukaan, tekan dengan stabil dan konsisten.
- [ ] Lakukan minimal 5 titik pengukuran pada area yang representatif.
- [ ] Catat suhu permukaan, suhu lingkungan, dan kondisi getaran.
- [ ] Ambil foto posisi indentasi menggunakan kamera alat (jika tersedia).
Setelah Pengukuran: Verifikasi dan Analisis
- [ ] Bandingkan rata-rata hasil dengan nilai referensi material (dari spesifikasi teknis atau standar).
- [ ] Evaluasi repeatability – range antar titik tidak boleh melebihi toleransi alat.
- [ ] Catat anomali (nilai outlier) dan selidiki penyebabnya (kontaminasi, retak mikro, dll.).
- [ ] Simpan data dan foto dalam format digital untuk keperluan audit.
- [ ] Rencanakan kalibrasi berikutnya jika alat telah digunakan secara intensif.
Kesimpulan
Akurasi uji kekerasan pada komponen pompa di lapangan sangat dipengaruhi oleh tiga faktor lingkungan utama: suhu ekstrem, getaran mesin, dan kontaminasi permukaan. Dengan memahami mekanisme fisika di balik setiap faktor, menerapkan prosedur persiapan yang ketat, melakukan kalibrasi dan verifikasi rutin, serta memilih metode uji yang tepat, teknisi dapat memperoleh hasil yang andal dan dapat ditindaklanjuti. Penggunaan portable hardness tester dengan metode ganda seperti Novotest T-UD3 memberikan solusi fleksibel untuk mengatasi tantangan lapangan – menggabungkan ketahanan UCI terhadap getaran dan suhu dengan kecepatan Leeb untuk komponen besar.
Untuk hasil uji kekerasan yang akurat dan andal di setiap kondisi lapangan, pertimbangkan untuk menggunakan alat portable dual-method seperti Novotest T-UD3. Sebagai distributor resmi alat ukur dan uji industri terpercaya, Novotest Indonesia yang dikelola CV. Java Multi Mandiri hadir untuk mendukung kebutuhan bisnis Anda – mulai dari pengadaan hardness tester, konsultasi pemilihan alat, hingga layanan purna jual. Kami memahami tantangan yang dihadapi perusahaan dalam memastikan kualitas komponen pompa dan siap menjadi mitra solusi Anda. Kunjungi Novotest.id untuk informasi produk lebih lanjut atau konsultasi solusi bisnis dengan tim teknis kami.
Informasi alat dan standar bersifat umum; konsultasikan dengan produsen dan standar terkini untuk aplikasi spesifik.
Rekomendasi Hardness Tester
-

Alat Uji Kekerasan Logam NOVOTEST TB-B-C – Brinell Hardness Tester
Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Tester Kekerasan Digital Vickers NOVOTEST TB-V-50
Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Alat Uji Kekerasan Lapisan dengan Uji Gores Pensil NOVOTEST TPK-1 – Pencil Hardness Tester
Rp14.812.500,00Lihat produkRated 5 out of 5 based on 1 customer rating -

Brinell Test Blocks NOVOTEST HB
Rp8.812.500,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Alat Penguji Kekerasan Micro Vickers Digital NOVOTEST TB-MCV-1M
Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Bench Hardness Tester NOVOTEST TB-MCV-1
Rp68.100.000,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Test Blocks NOVOTEST HRC
Rp6.500.000,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Alat Penguji Ketebalan Vickers Digital NOVOTEST TB-V-10
Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating
References
- Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI 8461:2017 – Metode uji kekerasan leeb untuk besi dan baja (Adopsi identik ASTM A956-12). Jakarta: BSN. Retrieved from https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/286/metode-uji-kekerasan-leeb-untuk-besi-dan-baja.pdf
- Screening Eagle Technologies AG. (2022). The Influence of Elevated Temperatures on Leeb Hardness Testing. Retrieved from https://www.screeningeagle.com/en/inspection/influence-of-elevated-temperatures-leeb-hardness-testing
- Frank, S., Frehner, C., & Akhlaghi, A. (2022). Equotip Application Booklet: Portable Hardness Testing Using Leeb, Portable Rockwell and UCI. Proceq SA / Screening Eagle Technologies. Retrieved from https://media.screeningeagle.com/asset/Downloads/Equotip_Application_Booklet_Portable_Hardness_Testing_Using_Leeb_Portable_Rockwell_UCI.pdf
- Novotest Ltd. (2023). Combined Hardness Tester T-UD3: Technical Data Sheet. Retrieved from https://regionsg.com.sg/wp-content/uploads/2023/08/Combined-Hardness-Tester-T-UD3-1.pdf
- [Penulis Prosiding BKSTM]. (2017). Analisis Kegagalan Poros Circulating Water Pump (CWP) Menggunakan Microhardness Vickers. Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin BKSTM 2017. Retrieved from https://prosiding.bkstm.org/prosiding/2017/MT-08.pdf



