Indonesia, dengan potensi kecepatan angin rata-rata tahunan 3.4-4.5 m/s, sedang berada di ambang perkembangan signifikan dalam energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Namun, membangun infrastruktur yang andal dan aman untuk masa pakai 20-30 tahun bukanlah tugas sederhana. Insinyur, manajer proyek, dan pengembang dihadapkan pada tantangan kompleks: kekhawatiran akan kegagalan komponen dini seperti gearbox atau baut, kebingungan dalam menerapkan standar keamanan SNI dan IEC yang kompleks, serta ketidakpastian mengenai performa turbin dalam kondisi tropis Indonesia yang unik. Risiko kerugian finansial besar akibat insiden seperti kebakaran elektrik atau serangan siber semakin menambah daftar kekhawatiran ini.
Artikel ini hadir sebagai panduan definitif dan terintegrasi untuk menjawab tantangan tersebut. Kami akan membedah secara komprehensif bagaimana pendekatan berbasis pengujian material keras, kepatuhan terhadap standar, dan analisis risiko proaktif dapat menjadi fondasi untuk membangun dan mengoperasikan PLTB yang aman, andal, dan ekonomis di Indonesia. Dari meja desain hingga komisioning, panduan ini akan memandu Anda melalui langkah-langkah kritis untuk memastikan investasi energi terbarukan Anda berdiri kokoh selama puluhan tahun.
- Mengapa Pengujian Kekerasan Material Krusial untuk Umur Panjang PLTB?
- Memahami Potensi dan Teknologi Turbin Angin untuk Kondisi Indonesia
- Standar Keamanan PLTB di Indonesia: Integrasi SNI, IEC, dan Keamanan Siber
- Identifikasi dan Mitigasi Risiko Kegagalan Komponen PLTB
- Prosedur Pengujian dan Validasi untuk Memastikan Keandalan Operasional
- Kesimpulan
- Referensi
Mengapa Pengujian Kekerasan Material Krusial untuk Umur Panjang PLTB?
Dalam konteks operasional pembangkit listrik tenaga angin, pengujian kekerasan (hardness testing) bukan sekadar prosedur laboratorium—ini adalah fondasi kritis dari program jaminan kualitas (quality control) yang berdampak langsung pada keandalan jangka panjang dan biaya siklus hidup. Komponen kritis turbin angin seperti gearbox, baut penyangga, poros, dan bilah (blade) harus menahan beban siklis (fatigue), getaran, dan tekanan mekanis ekstrem selama 20-30 tahun masa operasional. Pengujian kekerasan berfungsi sebagai indikator non-destruktif awal yang kuat untuk memverifikasi properti material telah memenuhi spesifikasi.
Intinya, hasil pengujian kekerasan, seperti nilai Brinell Hardness Number (BHN), memiliki korelasi yang telah teruji dengan sifat mekanik lain seperti kuat tarik (tensile strength) dan ketahanan terhadap deformasi. Material dengan kekerasan yang sesuai akan memiliki ketahanan aus (wear resistance) dan ketahanan lelah (fatigue resistance) yang lebih baik, mengurangi risiko kegagalan katastrofik di tengah siklus hidup turbin. Bagi pengembang dan kontraktor, mengintegrasikan protokol pengujian kekerasan sejak fase procurement material adalah investasi kecil untuk mencegah biaya perbaikan dan downtime yang sangat besar di masa depan.
Metode Pengujian Kekerasan yang Efektif: Brinell, UCI, dan Digital
Pemilihan metode pengujian yang tepat sangat bergantung pada komponen, material, dan kondisi lapangan. Untuk komponen turbin angin yang terbuat dari baja karbon atau paduan, Brinell Hardness Test merupakan metode yang paling umum dan diakui secara luas. Metode ini, yang distandardisasi dalam ASTM E10, mengukur diameter lekukan (indentation) yang dihasilkan setelah ball indenter ditekan ke permukaan material dengan gaya tertentu. Hasilnya, BHN, memberikan representasi yang baik dari kekerasan material secara makro, ideal untuk struktur seperti housings gearbox atau bagian dasar menara.
Selain Brinell, metode Ultrasonic Contact Impedance (UCI), seperti yang diterapkan dalam alat Equotip, sangat efektif untuk pengujian komponen yang lebih kecil atau area yang sulit dijangkau. Metode ini sering digunakan untuk menguji kekerasan baut turbin (turbine bolts), bilah (wings), dan stator karena sifatnya yang portabel dan relatif non-destruktif. Perkembangan terbaru menghadirkan hardness tester digital portable dengan tampilan LCD atau touch screen, yang memungkinkan inspeksi lapangan yang cepat dan akurat, serta penyimpanan data digital untuk pelacakan dan audit.
Mengatasi Content Gap: Panduan Praktis Pengujian Lapangan di Indonesia
Implementasi pengujian kekerasan di lapangan proyek PLTB Indonesia memerlukan pertimbangan praktis. Berikut adalah langkah-langkah kunci untuk memastikan akurasi dan kepatuhan:
- Persiapan Sampel & Kalibrasi: Permukaan material yang akan diuji harus rata, bersih, dan bebas dari karat atau coating. Pastikan alat hardness tester, baik Brinell portabel atau UCI, telah dikalibrasi sesuai interval yang ditetapkan, merujuk pada standar seperti ASTM E10 atau ISO 6506.
- Prosedur Pengujian: Ikuti protokol standar secara ketat untuk penempatan indentor, penerapan gaya, dan waktu penahanan (dwell time). Untuk lingkungan tropis Indonesia dengan kelembaban tinggi, perhatikan potensi kondensasi pada material atau alat yang dapat mempengaruhi hasil.
- Interpretasi & Dokumentasi: Bandingkan hasil pengujian dengan spesifikasi material yang dipersyaratkan dalam desain. Dokumentasikan setiap hasil dengan lengkap, termasuk lokasi pengujian, nomor seri komponen, kondisi lingkungan, dan operator. Perusahaan pengujian material lokal bersertifikat, seperti MITECH NDT, dapat menjadi mitra berharga untuk validasi dan sertifikasi hasil pengujian.
- Pemilihan Alat: Pilih hardness tester portable yang dirancang untuk kondisi lapangan yang keras (rugged), dengan proteksi terhadap debu dan kelembaban. Fitur konektivitas data dapat menyederhanakan manajemen kualitas secara digital.
Untuk konteks pengujian material yang lebih luas dalam sertifikasi turbin, organisasi seperti National Renewable Energy Laboratory (NREL) menyediakan Panduan Sertifikasi dan Pengujian Turbin Angin dari NREL yang dapat menjadi referensi berharga.
Memahami Potensi dan Teknologi Turbin Angin untuk Kondisi Indonesia
Keberhasilan sebuah proyek PLTB dimulai dengan pemahaman mendalam tentang sumber daya dan teknologi yang sesuai. Potensi angin Indonesia, meskipun menjanjikan, umumnya berada dalam kisaran kecepatan rendah hingga menengah (3.4-4.5 m/s). Karakteristik ini membutuhkan teknologi turbin yang dioptimalkan khusus. Contohnya, turbin Cypres dari GE Renewable Energy didesain untuk kondisi angin serupa, dengan klaim mampu meningkatkan Annual Energy Production (AEP) hingga 50% selama umur turbin berkat desain rotor yang lebih besar dan efisien.
Pemilihan teknologi yang tepat harus diimbangi dengan ekspektasi realistis tentang masa pakai dan ekonomi. Turbin angin modern dirancang untuk beroperasi 20-25 tahun dengan perawatan yang terencana. Analisis biaya siklus hidup (Life Cycle Cost Analysis) menjadi krusial, di mana biaya modal awal harus dibandingkan dengan estimasi pendapatan energi dan biaya operasi-pemeliharaan selama puluhan tahun.
Analisis Kelayakan: Kecepatan Angin, Topografi, dan Masa Pakai
Analisis kelayakan teknis harus menjawab pertanyaan mendetail. Kecepatan angin cut-in (saat turbin mulai berputar) biasanya sekitar 2.8-3 m/s, seperti yang diamati dalam beberapa pengujian prototipe di Indonesia. Pada kecepatan angin 4.36 m/s, putaran rotor dapat mencapai 30.24 rpm. Data spesifik lokasi dari pengukuran anemometer dalam jangka panjang (>1 tahun) adalah wajib.
Aspek geoteknik juga vital. Turbin angin modern dapat menjulang setinggi 80 meter atau lebih, memberikan beban yang sangat besar dan momen guling pada fondasi. Investigasi tanah yang komprehensif untuk menentukan daya dukung dan stabilitas adalah langkah yang tidak boleh dikompromikan. Kegagalan fondasi akibat tanah yang tidak memadai termasuk dalam kategori risiko kegagalan komponen dengan konsekuensi terberat.
Standar Keamanan PLTB di Indonesia: Integrasi SNI, IEC, dan Keamanan Siber
Membangun PLTB yang aman memerlukan kepatuhan terhadap kerangka regulasi yang multi-layer, mengintegrasikan keamanan fisik, kinerja, dan siber. Di Indonesia, Standar Nasional Indonesia (SNI) memegang peran utama:
- SNI 6207-2018: Mengatur pedoman konfigurasi sistem hibrida angin-diesel, relevan untuk lokasi terpencil.
- SNI IEC 61400-12-1-2017: Mengadopsi standar internasional IEC 61400-12-1 yang menentukan prosedur pengukuran kinerja daya turbin angin pembangkit listrik.
Standar internasional IEC 61400 seri (misalnya, IEC 61400-1 untuk persyaratan desain) menjadi acuan global untuk aspek keselamatan, desain, dan pengujian. Salah satu komponen keamanan fisik kritis adalah penggunaan gas SF6 (Sulfur Hexafluoride) dalam switchgear bertegangan tinggi. Gas ini berfungsi sebagai media isolasi listrik dan pemadam busur (arc quenching) yang sangat efektif, menjaga keandalan sistem kelistrikan turbin.
Di era digital, keamanan siber tidak kalah penting. Sistem kontrol turbin (SCADA) rentan terhadap serangan. Standar IEC 62443 dirancang khusus untuk keamanan siber sistem kontrol industri dan otomasi, menyediakan kerangka kerja komprehensif untuk melindungi aset kritis dari ancaman digital yang terus berkembang. Integrasi standar ini sejak fase desain adalah keharusan.
Penerapan SNI 6207-2018 dan SNI IEC 61400-12-1-2017 dalam Proyek
Menerjemahkan standar menjadi tindakan di lapangan membutuhkan pendekatan sistematis. Berikut checklist implementasi praktis:
- Fase Desain & Pengadaan: Pastikan desain teknik dan spesifikasi material mengacu pada persyaratan SNI dan IEC yang relevan. Dokumen tender harus menyertakan klausul kepatuhan terhadap standar ini.
- Fase Konstruksi & Instalasi: Lakukan inspeksi dan pengujian material (seperti pengujian kekerasan) untuk memverifikasi kualitas komponen. Proses instalasi harus mengikuti manual dari pabrikan yang selaras dengan prinsip keselamatan dalam standar.
- Fase Komisioning: Lakukan pengujian kinerja (performance test) sesuai prosedur dalam SNI IEC 61400-12-1-2017 untuk memverifikasi power curve dan estimasi produksi energi.
- Dokumentasi: Kumpulkan semua sertifikat material, laporan pengujian, dan protokol komisioning sebagai bukti kepatuhan. Dokumen ini vital untuk proses sertifikasi dan audit keamanan di masa depan.
Sebagai contoh konkret pelaksanaan pengujian, Prosedur Pengujian Performa Daya Turbin Angin IEC 61400-12-1 dari NREL memberikan ilustrasi rinci.
Strategi Pertahanan Siber: Melindungi PLTB dari Ancaman Digital
Ancaman siber terhadap infrastruktur energi adalah kenyataan. Data menunjukkan serangan siber telah mempengaruhi operasi turbin angin di setidaknya tujuh negara dalam dekade terakhir, dengan modus serangan mulai dari gangguan operasi hingga ransomware yang mengunci sistem kontrol. Untuk memitigasi risiko ini, penerapan standar IEC 62443 dapat dipecah menjadi beberapa aksi:
- Segmentasi Jaringan: Pisahkan jaringan operasional (OT) sistem kontrol turbin dari jaringan IT perusahaan untuk membatasi sebaran serangan.
- Manajemen Akses & Identitas: Terapkan prinsip least privilege, di mana akses ke sistem kontrol hanya diberikan kepada personel yang berwenang dan dengan hak minimum yang diperlukan.
- Pembaruan dan Patch Management: Miliki prosedur terkendali untuk memperbarui firmware dan perangkat lunak sistem kontrol, setelah pengujian ketat di lingkungan terisolasi.
- Monitoring & Deteksi Anomali: Gunakan solusi untuk memantau lalu lintas jaringan OT dan mendeteksi aktivitas yang mencurigakan secara real-time.
Identifikasi dan Mitigasi Risiko Kegagalan Komponen PLTB
Pendekatan proaktif dalam mengelola risiko adalah kunci keberlanjutan. Risiko kegagalan dapat dikategorikan menjadi elektrik dan mekanik. Sebuah studi dari Imperial College London mengungkapkan bahwa kebakaran adalah penyebab utama loss (kerugian) pada turbin angin, seringkali dipicu oleh kegagalan elektrik seperti short circuit di gearbox atau sistem kelistrikan. Di sisi mekanik, lingkungan Indonesia yang lembab menjadi tantangan; kelembaban relatif yang konsisten di atas 60% dapat mempercepat proses korosi dan degradasi material, terutama jika proteksi permukaan tidak memadai.
Sebuah Analisis Kegagalan Komponen Turbin Angin dan Mitigasi Risiko yang dipublikasikan di jurnal MDPI memberikan perspektif akademis yang mendalam tentang pola kegagalan dan strategi prediktif.
Pencegahan Kebakaran dan Kegagalan Elektrik
Strategi mitigasi harus multi-layer:
- Desain dan Material: Gunakan komponen elektrik berkualitas tinggi dengan rating yang sesuai, kabel berinsulasi tahan api, dan sistem proteksi arus lebih (overcurrent protection) yang andal.
- Pemeliharaan Prediktif: Lakukan inspeksi termografi (thermal imaging) secara berkala pada panel listrik, sambungan, dan gearbox untuk mendeteksi hotspot yang mengindikasikan resistansi tinggi atau gesekan berlebih sebelum memicu kebakaran.
- Sistem Deteksi dan Pemadaman: Instalasi sistem deteksi asap dan panas khusus serta sistem pemadam api yang cocok untuk peralatan listrik (seperti gas inert) di dalam nacelle dan ruang kontrol.
- Pelatihan Prosedur Darurat: Pastikan personel operasi dan pemeliharaan terlatih dalam prosedur tanggap darurat kebakaran dan isolasi listrik.
Proteksi dari Degradasi Material di Iklim Tropis
Iklim tropis Indonesia membutuhkan spesifikasi material tambahan:
- Material Tahan Korosi: Pilih baja berlapis (coated steel), stainless steel grade tertentu, atau alumunium paduan untuk komponen yang terpapar langsung. Untuk lokasi pantai, material harus memiliki ketahanan ekstra terhadap korosi akibat garam (salt spray).
- Sistem Pelapis (Coating) yang Tepat: Aplikasi coating epoksi, polyurethane, atau zinc-rich yang tebal dan berkualitas tinggi pada struktur baja. Lakukan inspeksi dan perawatan coating secara berkala sesuai jadwal.
- Desain Drainase: Rancang komponen dan struktur untuk meminimalkan genangan air dan memfasilitasi drainase yang baik, mencegah akumulasi kelembaban yang mempercepat korosi.
- Sealing dan Gasket: Gunakan sealing dan gasket yang tahan cuaca (weather-resistant) pada semua sambungan untuk mencegah masuknya air dan uap air.
Prosedur Pengujian dan Validasi untuk Memastikan Keandalan Operasional
Sebelum sebuah PLTB dinyatakan siap beroperasi komersial, serangkaian pengujian validasi yang ketat harus dilalui. Tujuannya adalah untuk memverifikasi bahwa seluruh sistem, dari struktur mekanik hingga keluaran listrik, berfungsi sesuai dengan spesifikasi desain dan standar kinerja. Proses ini berpusat pada Standar IEC 61400-12-1 (yang diadopsi sebagai SNI), yang menspesifikasikan metode untuk mengukur kurva daya (power curve) dan memperkirakan Produksi Energi Tahunan (AEP).
Protokol Pengujian Karakteristik dan Ketahanan Turbin
Pengujian lapangan biasanya meliputi dua fase utama: pengujian tanpa beban (no-load) dan pengujian dengan beban (load test). Parameter yang dicatat secara simultan meliputi kecepatan angin (dengan anemometer kalibrasi), putaran rotor (RPM), tegangan, arus, dan daya output listrik. Data dari penelitian akademik menunjukkan bahwa turbin angin skala kecil mulai berputar (cut-in) pada kecepatan angin sekitar 2.8-3 m/s, dan dapat mencapai putaran rotor maksimum 30.24 rpm pada kecepatan angin 4.36 m/s. Pengujian ketahanan sering dilakukan dalam durasi tertentu (misalnya, 6 jam terus-menerus atau dengan interval) untuk mengamati stabilitas performa.
Analisis Data dan Kriteria Penerimaan (Acceptance Criteria)
Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah analisis. Data kecepatan angin dan daya keluaran diolah untuk membentuk power curve aktual turbin. Kurva ini kemudian dibandingkan dengan power curve garansi dari pabrikan. Kriteria penerimaan biasanya melibatkan toleransi penyimpangan tertentu (misalnya, produksi daya aktual tidak boleh kurang dari 95% dari yang dijanjikan pada rentang kecepatan angin tertentu). Analisis statistik juga dilakukan untuk menghitung AEP berdasarkan distribusi kecepatan angin historik di lokasi. Dokumentasi lengkap dari setiap langkah pengujian, kalibrasi alat, dan analisis data merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan akhir yang berfungsi sebagai bukti kepatuhan dan dasar untuk penerimaan proyek.
Kesimpulan
Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu yang aman dan andal di Indonesia adalah sebuah usaha multidisiplin yang menuntut integrasi menyeluruh. Seperti yang telah dijabarkan, fondasinya terletak pada pengujian material yang rigor, khususnya pengujian kekerasan, untuk memastikan komponen mampu menjalani tugasnya selama puluhan tahun. Fondasi ini harus dibangun di atas kerangka regulasi yang solid, dengan standar SNI dan IEC sebagai panduan teknis utama, diperkuat oleh protokol keamanan siber yang mengacu pada standar seperti IEC 62443.
Pemahaman mendalam tentang potensi lokal dan teknologi yang sesuai memandu investasi ke arah yang tepat, sementara analisis risiko dan prosedur mitigasi yang proaktif melindungi aset dari ancaman kebakaran, korosi, dan kegagalan operasional. Terakhir, prosedur pengujian dan validasi yang ketat sebelum komisioning adalah gerbang terakhir untuk memastikan bahwa seluruh sistem berfungsi seperti yang diharapkan, mengubah potensi angin Indonesia menjadi listrik yang andal dan berkelanjutan.
Panduan komprehensif ini dirancang untuk menjadi peta jalan bagi insinyur, manajer proyek, dan pengembang dalam mewujudkan proyek PLTB yang tidak hanya berhasil dibangun, tetapi juga beroperasi dengan aman, efisien, dan menguntungkan sepanjang siklus hidupnya.
Tentang CV. Java Multi Mandiri
Sebagai mitra terpercaya untuk industri dan bisnis di Indonesia, CV. Java Multi Mandiri berkomitmen untuk mendukung operasional yang aman dan efisien melalui penyediaan instrumen pengukuran dan pengujian yang presisi. Kami memahami kompleksitas tantangan teknis dalam proyek infrastruktur energi terbarukan seperti PLTB. Spesialisasi kami adalah menjadi penyuplai dan distributor peralatan uji material, termasuk hardness tester portabel dan berbagai alat ukur pendukung lainnya, yang dapat membantu tim Anda dalam menjalankan protokol jaminan kualitas dan inspeksi sesuai standar. Untuk mendiskusikan kebutuhan peralatan pengujian perusahaan Anda guna mengoptimalkan operasional dan kepatuhan proyek, silakan hubungi kami melalui halaman konsultasi solusi bisnis.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan referensi teknis. Pembaca disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli terkait dan merujuk pada standar resmi terbaru sebelum mengambil keputusan proyek.
Rekomendasi Hardness Tester
-

Alat Ukur Kekerasan Hardness Tester NOVOTEST T-UD3
Rp77.200.000,00Lihat produkRated 5 out of 5 based on 3 customer ratings -

Alat Penguji Ketebalan Vickers Digital NOVOTEST TB-V-10
Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Alat Uji Kekerasan NOVOTEST T-D2
Rp22.075.000,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

UCI Probe Test Stand NOVOTEST
Rp19.400.000,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Alat Pengukur Kekerasan NOVOTEST TS-BRV-C
Rp650.625.000,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Alat Ukur Kekerasan NOVOTEST T-D3
Rp47.075.000,00Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Digital Hardness Tester Portable NOVOTEST TB-BRV-D
Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating -

Alat Uji Kekerasan NOVOTEST T-D2 BT
Lihat produkRated 4 out of 5 based on 1 customer rating
Referensi
- International Electrotechnical Commission (IEC). (2005). IEC 61400-12-1:2005 – Wind turbines – Part 12-1: Power performance measurements of electricity producing wind turbines. Diakses dari https://cdn.standards.iteh.ai/samples/12543/d5d66c679e54480bb7469ebdb84ddd29/IEC-61400-12-1-2005.pdf
- Worldoftest / Qualitest North America. (N.D.). Uji Kekerasan Brinell – Panduan Utama untuk Memahami dan Menggunakan Instrumen. Diakses dari https://www.worldoftest.com/id/articles/brinell-hardness-test-ultimate-guide-understanding-and-using-instrument
- Cosen Mechatronics Co., Ltd. (N.D.). Keamanan siber: IEC 62443 | Solusi Mekatronik Kustom untuk Meningkatkan Otomatisasi Industri. Diakses dari https://www.cosen.com/id/page/IEC_62443.html
- GE Renewable Energy. (N.D.). Mengenal Teknologi Turbin Angin Cypres Andalan bagi Bisnis PLTB. Diakses dari https://www.ge.com/news/reports/mengenal-teknologi-turbin-angin-cypres-andalan-bagi-bisnis-pltb
- EBTKE Kementerian ESDM. (N.D.). SNI Energi Angin. Diakses dari https://ebtke.esdm.go.id/informasi-publik/sni-energi-angin-kt-27-09-10
- UMP Gas. (N.D.). SF6 Pembangkit Listrik Angin. Diakses dari https://www.umpgas.com/news/sf6-pembangkit-listrik-angin
- Repository Universitas. (N.D.). Bab 2: Tinjauan Pustaka Tenaga Angin. Diakses dari http://repository.unas.ac.id/id/eprint/6209/3/Bab%202-1.pdf
- Repository Universitas. (2017). Pengujian Karakteristik Turbin Angin Propeler Tiga Sudu Sebagai Energi Alternatif. Diakses dari http://repo.unand.ac.id/4594/6/06_Pengujian%20Karakteristik%20Turbin%20Angin%20Propeler%20Tiga%20Sudu%20Sebagai%20Energi%20Alternatif.pdf
- Pilarenergi.com. (N.D.). Merawat Generator Turbin Angin agar Tetap Handal dan Efisien. Diakses dari https://pilarenergi.com/merawat-generator-turbin-angin-agar-tetap-handal-dan-efisien/
- U.S. Department of Energy. (N.D.). Protecting Wind Energy Systems from Cyberattacks. Diakses dari https://www.energy.gov/eere/wind/articles/protecting-wind-energy-systems-cyberattacks
- Imperial College London. (N.D.). Studi tentang penyebab loss pada turbin angin.
- National Renewable Energy Laboratory (NREL). (1996). Wind turbine certification. Diakses dari https://docs.nrel.gov/docs/legosti/fy96/20497.pdf
- National Renewable Energy Laboratory (NREL). (2015). Power Performance Test Report for the U.S. Department of …. Diakses dari https://docs.nrel.gov/docs/fy15osti/63684.pdf
- MDPI. (2023). Analysis of Wind Turbine Equipment Failure and Intelligent … Sustainability, 15(10), 8333. Diakses dari https://www.mdpi.com/2071-1050/15/10/8333



