7 Desain Lantai yang Bikin Rumah Anti Mainstream

7 Desain Lantai yang Bikin Rumah Anti Mainstream

7 Desain Lantai yang Bikin Rumah Anti Mainstream – Pada saat pemilihan desain lantai dari hunian banyak yang mungkin masih menyepelekannya. Padahal diperlukan desain lantai yang berbeda untuk fungsi ruang yang berbeda pula. Tentu Anda tidak ingin menyia-nyiakan lantai kayu Anda rusak karena terkena hujan dan panas matahari atau mengaplikasikan lantai dengan permukaan licin pada area basah seperti kamar mandi.

7 Desain Lantai yang Bikin Rumah Anti Mainstream

Ada beberapa aspek yang perlu Anda perhatikan dalam memilih material dan desain lantai pada ruangan baik itu untuk hunian maupun komersial. Mulai dari daya tahan terhadap cuaca, karakter permukaan material, cara pemasangan hingga kelemahan-kelemahan lain yang mungkin dimiliki material tertentu.

7 Desain Lantai yang Bikin Rumah Anti Mainstream

Bahkan, biaya mungkin masuk dalam salah satu pertimbangan untuk sebagian orang. Berikut beberapa inspirasi material dan desain lantai yang bisa jadi alternatif serta temukan pilihan paling tepat untuk ruang-ruang favorit Anda!

1. Desain Lantai Keramik atau Porselin

Keramik yaitu bahan finishing lantai dan dipilih oleh banyak orang. Desain lantai keramik atau porcelain cocok untuk gaya interior apa saja karena memiliki banyak varian pilihan, mulai dari ukuran, kualitas hingga tekstur.

Anda dapat menyesuaikannya dengan gaya interior ruangan mulai dari keramik dengan warna-warna solid hingga bertekstur dan berpola. Sesuai kebutuhan Anda juga dapat memiliki tekstur keramik. Anda dapat memakai keramik kamar mandi bertekstur kasar untuk area basah seperti kamar mandi agar tidak licin dan lebih nyaman digunakan.

Keramik juga memiliki kelemahan yaitu bisa terangkat apabila ada pemasangan yang tidak tepat dan kemungkinannya pecah. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan setiap warna dari keramik baik-baik untuk bidang-bidang lantai yang besar agar menghindari belangnya warna dari keramik.

Dalam penggunaan material desain lantai keramik, keramik belang termasuk permasalahan umum perbedaan warna untuk satu varian keramik yang sama sangat mungkin terjadi dalam proses produksi yang berbeda pula.

2. Desain Lantai Semen

Belakangan seiring populernya gaya desain industrial dan minimalis, penggunaan finishing material mentah menjadi naik daun. Karena hal tersebut juga bisa mempengaruhi desain lantai. Kini, bahan semen sudah bukan hal tabu lagi untuk dijadikan finishing lantai walaupun dahulu desain lantai semen identik dengan desain yang ekonomis dan tidak kekinian.

Berbeda dengan ekspektasi tersebut,saat ini desain lantai dengan finishing semen justru terlihat modern dan elegan. Pastinya hal ini baru dapat dicapai apabila pengerjaannya dilakukan dengan benar. Tentu diperlukan perhatian ekstra untuk mengubah material konstruksi ini menjadi finishing yang artistik.

Agar tidak terjadi perbedaan warna lantai dan juga muncul retak-retak di hasil akhirnya, pastikan material semen yang digunakan menggunakan campuran yang sama dan presisi serta permukaan finishing tidak bergelombang.

3. Desain Lantai Batu Alam

Batu alam menjadi salah satu pilihan tepat untuk menghadirkan kesan elegan pada interior sehingga cocok untuk berbagai jenis gaya hunian. Biasanya, beberapa jenis batu alam yang menjadi pilihan, adalah: onix, granit, dan marmer. Ketiga batu ini mempunyai pola dan karakter yang berbeda.

Dibandingkan granit dan onix, marmer mempunyai pola guratan dan lebih porus. Hal ini membuat marmer bila terkena tumpahan air atau kotoran menjadi lebih rentan memiliki noda. Untuk itu, pakailah marmer pada ruangan yang tidak banyak aktivitas terutama berhubungan dengan cairan.

Untuk granit lebih banyak dijadikan pilihan untuk lantai-lantai ruangan basah karena memiliki permukaan batu yang lebih solid. Batu granit juga memiliki pola yang lebih berbintik sehingga memberikan kesan yang lebih natural.

Sedangkan untuk onyx mempunyai pola guratan seperti marmer dengan warna yang keemasan. Onyx kerap diolah menjadi perabot Onyx. Onyx juga memiliki keistimewaan yaitu sifatnya yang tembus cahaya sehingga sering dijadikan elemen dekoratif dinding dibandingkan dijadikan finishing lantai. 

Setelah pengenalan mengenai karakter batu, desain lantai menggunakan batu alam juga mempunyai perawatan yang berbeda. Selain pada akhir pengerjaan perlu dilakukan coating, pada saat mengelap atau mengepel juga membutuhkan cairan khusus pembersih batu alam. Untuk membuatnya tidak kusam, dalam beberapa tahun sekali juga batu perlu dipoles dan di-coating ulang.

4. Desain Lantai Parket

Desain lantai parket selalu masuk dalam daftar material pilihan untuk desain lantai untuk hunian dengan gaya natural. Parket juga tidak akan pernah gagal memberikan kesan alami sekaligus elegan dalam setiap hunian, meski relatif mahal. Lantai parket memberikan kesan nyaman dan hangat saat ditapaki, berbeda dengan tiga desain lantai sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan material sebelumnya, pemasangan parket yang memiliki konsep interlock juga cukup mudah. Hanya saja, desain lantai dengan parket mempunyai ketahanan yang rendah terhadap dan panas. Tak heran masih membawa sifat-sifat dan karakteristik kayu karena memang bahan dasarnya yang terbuat dari kayu

Hal ini juga yang membuat parket tidak tepat untuk dijadikan pilihan material lantai outdoor. Untuk menjaga permukaannya, gunakan perabot yang tidak mempunyai tumpuan atau sudut alas yang tajam. Pasangan yang tepat untuk desain lantai satu ini yaitu perabotan natural.

5. Desain Lantai Vinyl

Desain lantai menggunakan vinyl bisa jadi solusi untuk Anda yang ingin mendapatkan manfaat-manfaat lantai parket akan tetapi tidak ingin segala kerepotan penggunaannya. Desain lantai vinyl secara visual terlihat sangat menyerupai lantai parket. Namun, Anda baru akan merasakan perbedaan tekstur dari kedua material ini saat Anda menapakinya.

Lantai vinyl tentu bisa dibuat dengan berbagai pola karena merupakan material buatan. Pola kayu yang menyerupai lantai parket menjadi yang paling populer. Akan tetapi, banyak juga yang menggunakan lantai vinyl dengan warna-warna solid atau bahkan pola lain seperti batu alam, dll.

Selain harganya yang terbilang murah, pengaplikasian vinyl pada desain lantai hunian juga terbilang mudah dan yang terpenting material ini tahan terhadap air, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan tumpahan air minum yang mengenainya.

Karena pengaplikasian lantai ini hanya ditempel, hindari menggeser-geser perabot apalagi yang mempunyai alas dan tumpuan runcing sebab dapat merusak atau membuat vinyl terlepas. Selain itu, menggeser perabot juga dapat merusak pola yang ada di atas vinyl tersebut.

6. Desain Lantai Kayu

Apa yang membedakan lantai parket dan lantai kayu? Bedanya, parket merupakan kayu yang diolah pabrik sedemikian rupa, sedangkan lantai kayu asli menggunakan kayu mentah yang dirangkai secara manual dan di-finishing lagi sehingga dapat dijadikan sebagai lantai.

Tentu dari hasil akhir dapat dilihat bahwa desain lantai kayu mempunyai pola yang lebih abstrak dan warna yang artistik dibandingkan parket. Selain itu, penggunaan lantai kayu tentu memerlukan instalasi yang lebih sulit dan biaya lebih tinggi. Akan tetapi, dibanding parket dan juga vinyl, secara visual tentu desain lantai kayu jauh lebih baik. Desain lantai kayu sangat cocok untuk menambah kesan elegan pada hunian bergaya mediterania, klasik dan natural.

7. Desain Lantai Karpet

Desain lantai menggunakan karpet mungkin menempati urutan pertama untuk soal kenyamanan. Selain memberikan kesan hangat, karpet bisa dibilang jauh lebih nyaman untuk ditapaki karena permukaannya yang lebih lembut pula. 

Hanya saja perawatan lantai karpet harus lebih kompleks, jika tidak bisa membuat karpet jadi sarang kuman dan debu. Selain perawatan yang jauh lebih sulit, harga karpet juga lebih tinggi.

Sebaiknya aplikasikan karpet pada ruangan seperti kamar tidur atau yang memang tidak terlalu banyak aktivitas di lantai dan tentunya minim penggunaan air di dalam ruangan karena karpet rentan terhadap air.

Mungkin karpet lembaran jauh lebih sering dilihat untuk yang tidak familiar dengan material ini. Akan tetapi, untuk mempermudah pemasangan dan mengurangi terbuangnya bahan, Anda dapat beralih ke karpet berbentuk tile. Dengan karpet tile ini, Anda juga dapat berkreasi dengan desain dan pola lantai karpet yang Anda inginkan.

Meminimalisir penggunaan perabot dengan alas yang runcing dan sudut tajam saat memilih karpet sebagai material desain lantai. Hal ini akan membantu ketika perabot tergeser dan mencegah kemungkinan karpet sobek. 

Memilih desain lantai yang tepat dapat menciptakan suasana yang berbeda dari sebuah ruangan dan tidak hanya memberikan dampak dominan terhadap visual interior hunian saja. Yang terpenting yaitu kenyamanan yang dapat dihadirkan oleh desain lantai tersebut. Pastikan juga untuk memperhatikan perawatan lantai serta pemilihan furniture dan perabotan yang Anda miliki.