Pengertian Bata Ringan dan Cara Pemasangannya

Pengertian Bata Ringan dan Cara PemasangannyaBata ringan merupakan bahan bangunan yang memiliki fungsi untuk membuat dinding sama halnya dengan batu bata merah. Dari Pengertian Bata Ringan bila dilihat secara seksama, bata ringan ini pada umumnya menyerupai beton namun bedanya memiliki berat lebih ringan. Selain itu bata ringan juga memiliki ciri lain seperti permukaan yang halus, bentuk beragam dari segi ketebalan dan ukuran karena dicetak dengan cetakan press beton.

Pengertian Bata Ringan dan Cara Pemasangannya

Pengertian Bata Ringan

Umumnya bata ringan dibuat secara massal oleh pabrik dengan olahan bahan dari campuran alumunium pasta, kapur, kuarsa, gypsum, semen dan pasir. Bata ringan mempunyai karakteristik yang sangat rata, halus dan ringan. Bata ringan juga mempunyai ketebalan yang bervariasi mulai dari 7 hingga 15 cm serta berukuran 60 cm x 20 cm.

Dilansir oleh sebuah website, bata ringan mempunyai berat jenis kering sekitar 530 Kg/m3, karena beratnya yang lebih ringan daripada batu bata merah, maka produktivitas pekerja untuk bata ringan tentu berbeda dengan produktivitas pekerja untuk dinding menggunakan bata merah.

Menurut seorang ahli pada tahun 2012 yang dalam jurnal hasil penelitiannya menyatakan bahwa didapatkan hasil rata-rata pekerjaan perhari bisa memasang 43,62 m2 bata ringan dengan dikerjakan oleh 0,1 OH mandor, 0,3 OH kepala tukang, 2 pembantu tukang dan 3 tukang batu.

Apakah bata ringan itu berbeda dengan hebel?

Pada pertengahan tahun 1920-an dengan seiring perkembangannya bata ringan pertama kali disempurnakan oleh seorang arsitek dan inventor Dr. Johan Axel Eriksson di Swedia yang bekerjasama dengan Profesor Henrik Kreüger dari Swedia. Hebel merupakan sebuah merek dagang dari bata ringan yang diproduksi  pada tahun 1943 di Jerman oleh Josef Hebel. Dan yang akhirnya menjadi salah kaprah karena penyebutan bata ringan sebagai bata hebel.

Di Indonesia, hebel block baru mulai ramai dipergunakan yaitu pada tahun 1995 sebagai struktur bangunan konstruksi. Namun bata ringan ini kurang diminati masyarakat pada saat itu  karena ketersediaan yang terbatas dan harga yang masih cukup tinggi.

Bahan baku bata ringan terbuat dari beton ringan jenis AAC atau Autoclaved Aerated concrete. ACC itu sendiri merupakan perpaduan dari aluminium pasta, semen, pasir silika dan bahan-bahan lainnya. Proses produksi bata ringan menggunakan teknologi yang mengacu pada standar dari Jerman yaitu standar  DIN, sehingga produk hebel block yang dihasilkan mempunyai standar dengan  kualitas yang baik.

Cara Pemasangan Dinding Bata Ringan

Struktur material dinding memakai bata ringan juga membutuhkan bahan-bahan lainnya seperti acian, plesteran, dan perekat seperti halnya batako dan bata merah. Pengerjaan finishing tersebut dapat membuat bangunan Anda lebih awet dan tetap tampil prima dalam jangka waktu yang lama.

Diperlukan langkah-langkah pemasangan bata ringan secara tepat dan benar agar memberikan hasil yang optimal serta penggunaan bahan yang efisien. Anda juga dapat membuat konstruksi dinding bata ringan yang lebih awet, kuat, rapi dan tidak boros bahan dengan langkah dan jumlah material yang tepat.

Berikut langkah-langkah pemasangan bata ringan secara benar dan tepat, antara lain :

  • Siapkan material bahan berupa bata ringan, semen instan, serta air
  • Selanjutnya tentukan arah keratan dinding memakai benang.
  • Rendam bata ringan cukup beberapa saat saja, hal itu bermanfaat untuk mencegah pengerasan semen terlalu cepat
  • Untuk perekat bata ringan, buat pasta dari campuran semen instan dengan air. Perbandingan campurannya adalah 40 kg semen instan menggunakan 9,5 hingga 10,5 liter air. Agar daya rekat semen instan dapat maksimal, gunakan air bersih.
  • Siapkan perekat dengan ketebalan 10 hingga 20 mm untuk bagian alas bata ringan dan 3 mm pada tiang kolom. Proses pemasangan dimulai dan gunakan palu untuk meratakan pemasangan dengan cara mengetok-ngetok bata ringan.
  • Antar pasangan bata, gunakan perekat setebal 3 mm. Pastikan pasangan bata tersebut terpasang dengan rata dan rapi. Untuk memastikan kerataan pasangan bata, gunakan waterpass.

Berikut langkah finishing terakhir yang dilakukan setelah membiarkan bata selama 24 jam agar mengering sempurna sebelum siap untuk plester adalah :

  • Plesteran Bata Ringan

Langkah berikutnya setelah menyelesaikan pemasangan bata ringan adalah dinding bata ringan diberikan plester. Plester sendiri berfungsi untuk menutup pasangan bata tadi dan menjadikan dinding lebih kokoh dan rata.

Sebaiknya dinding bata ringan dibersihkan terlebih dahulu sebelum diplester. Caranya dapat dengan diperciki air secukupnya atau disiram. Dengan dibasahi tersebut, plesteran menjadi tidak cepat kering saat dipasang dan terikat dengan kuat.

  • Plester dan Acian pada Dinding Bata Ringan

Kemudian ada langkah memasang papan pembatas bidang kerja pada tepi dinding. Sesuai ketebalan plesteran, lajur dapat dipasang setiap ±1 meter dengan ketebalan sekitar 10 mm. Plesteran ini memakai pasta perekat yang terbuat dari campuran  air dan semen instan dengan perbandingan 6 hingga 6,5 liter air bersih untuk 40 kg semen. Ketebalannya dipastikan cukup 10 mm saja.

Apabila dinding terpapar matahari, gunakan pelindung atau terpal untuk melindungi dinding dari sinar matahari agar tidak mengering terlalu cepat. Gunakan pelindung seperti terpal apabila dinding terpapar matahari, hal ini bertujuan untuk melindungi dinding dari sinar matahari agar tidak mengering terlalu cepat.

Plesteran didiamkan selama 2 hingga 3 minggu sampai penyusutan berhenti. Apabila plesteran masih basah namun proses pengacian dilakukan dapat berpotensi timbulnya  retak rambut pada dinding akibat penyusutan pada bahan plesteran.

  • Acian Bata Ringan

Dinding bata ringan perlu diberikan lapisan acian setelah dilakukannya proses plesteran. Proses acian ini memiliki fungsi untuk melindungi dinding dari lembab karena terbukanya pori-pori pada dinding, membuat dinding terlihat lebih halus dan menutupi pori-pori pada dinding. 

Acian ini menggunakan pasta perekat yang terbuat dari campuran  air dan semen instan dengan perbandingan 13,5 hingga 14,5 liter air untuk 40 kg semen instan. Disarankan dengan ketebalan 1 hingga 3 mm. Namun diperlukan pengacian dalam dua tahap apabila Anda ingin membuat acian dengan ketebalan 3 mm. Tahap pertama, buat acian dengan ketebalan sekitar 1 hingga 1,5 mm terlebih dahulu kemudian biarkan mengering. Setelah tahap pertama kering, kemudian beri kembali lapisan acian kedua hingga mencapai ketebalan 3 mm.

Untuk pengaplikasian acian, gunakan roskam. Pengaplikasian acian menggunakan gerakan searah. Kemudian menggunakan kuas basah acian dihaluskan dan dengan kertas semen acian di gosok.

Demikian hal yang harus diperhatikan dalam perlakuan proses pengerjaan plesteran dan acian pada dinding bata ringan. Teknik aplikasi serta campuran material yang benar akan membuat dinding bata ringan menjadi mulus, halus, dan rata. Bangunan Anda tentu akan menjadi lebih menawan, kokoh dan rapi.